Billy & Johnson teman semasa SMA, saat lulus mereka sengaja ngambil jurusan elektro, bukan karena jurusan ini punya masa depan yang cerah, tapi mereka berdua pengin jadi pakar telematika. Kata mereka kerjanya enak kok, salah satu jobdesk nya meneliti film porno, mengecek keaslian dua orang yang sedang memadu kasih, apakah benar keduanya adalah orang yang tertuduh.
Semester muda cuma haha hihi yang mereka lakukan sebab di pertemukan dengan teman sekelas yang juga sama bobrok nya. Naik di semester tiga tensi perkuliahan mulai stonks namun belum di temukan tanda-tanda bendera putih. Semester empat dan lima langkah ke kampus mulai berat, semester enam jarang masuk, nilai D banyak menghiasi tabel kartu hasil studi sehingga mau tak mau harus tambah semester, semester tujuh seleksi alam mulai bekerja, terlihat hanya segelintir manusia yang benar-benar serius.
Di semester delapan Billy & Johnson mengeluh suka pusing, mual, namun dosen masa bodo, toh kalo mati mahasiswa nya tetap masih banyak.
Observasi judul, latar belakang, dan penulisan, sesuatu yang sederhana dalam pembacaan namun luar biasa dalam pengerjaan. Fak, kata mereka kencang "Gue pikir tugasnya ga jauh-jauh dari penelitian, ternyata ada matematikanya juga, ngentttwooooot" mulai merasa salah jurusan, tak lagi mengidolakan Roy Suryo, "Dari awal juga udah gue bilang Bils, mending kita ngidolain Pak Luhut. Nonton okep mulu bikin otak rusak".
Billy & Johnson bagaikan jipler tanpa zakar "Kita harus cari guru spiritual nih Bils" ungkap Johnson, "Biar kayak the three musketeers" tambahnya, "Tidak, bagaimana kalau Charlie Angel?" Kata Billy, "Apa aja yang penting skripsi kita jadi bray" jawab Johnson pasrah.
Keduanya berkelana, melalang buana di grup-grup underground (dibaca: alumni) bertanya apakah ada diantara teman-teman disini yang open joki skripsi untuk jurusan tersebut.
Dari tempat tersebut Billy & Johnson mendapat sedikit pencerahan, bertemulah keduanya di sebuah warung emperan bermejakan gambar teh botol sosro, sebut saja Bang Doger. “Jadi gini bang, kita berdua ini bego” kata Johnson, “Kalo cerita jangan langsung ke inti atuh” Jawab Bang Doger keheranan.
Setelah sekian panjang obrolan eksplisit ini berlangsung, Bang Doger tiba-tiba mendapat telepon masuk “Sebentar fren, gue lagi ketemu client ini, nanti gue telepon balik”, “Sorry ya, biasa temen gue ngajak maboy. ” Ucap Bang Doger. Kemudian Bang Doger menyatakan kesiapannya dalam membantu Billy & Johnson dalam menyelesaikan skripsi dengan catatan, “DP dulu gope, kasih gue waktu dua minggu”.
Lanjut part dua.
Memuat...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar