Beberapa minggu yang lalu Tulus mengeluarkan album terbarunya yang bertajuk Manusia, album ini cukup fenomenal ketika di publikasikan. Di ujung pandemi di kisah cinta yang putus nya punya gaya baru, Tulus lagi-lagi melengkapi kita dengan tembang terbarunya, salah satunya berjudul Hati-Hati di Jalan. Liriknya di tuliskan seolah-olah kita yang menyikapi putus dengan elegan.
“Entah apa maksud dunia, tentang ujung cerita, kita tak bersama.”
Semenjak artikel ini di tulis lagu Hati-Hati di Jalan dalam dua minggu sudah mencatatkan 25.500.236 kali di tonton, alig jhon. Musik jazzy, lirik catchy, di tambah dengan suara sopan mas-mas padang yang merangsak masuk ke telinga membuat para Tulus mania terhanyut dan sesekali flashback ke masa-masa penjajahan.
Tulus memang dikenal dengan penghasil musik jujur, lagu-lagunya yang di kenal renyah dan ringan dengan mudah menemukan pendengarnya sendiri. Mulai dari Sepatu, Pamit, Monokrom, hingga Hati-Hati di Jalan menambah daftar jajaran musik berkualitas di Indonesia.
Dan lagi, Hati-Hati di Jalan adalah musik yang aransemen lirik dan nada mampu menyentuh berbagai lapisan pendengar, mungkin hal itulah yang menjadi penyebab lagunya di gemari tongkrongan tua dan muda, pribadi Tulus yang bijak dalam bertutur pun tidak terlepas dari karya-karyanya.
Lirik yang relate membuat lagu Hati-Hati di Jalan cepat meroket, dalam hitungan hari lagu tersebut memuncaki top chart di Spotify dan masih trending di Youtube Music, WOW.
Perjalanan membawamu Bertemu denganku Ku bertemu kamu
Sepertimu yang ku cari
Konon aku juga
Seperti yang kau cari
Ku kira kita asam dan garam
Dan kita bertemu di belanga
Kisah yang ternyata tak seindah itu
Kukira kita akan bersama
Begitu banyak yang sama
Latarmu dan latarku
Kukira takkan ada kendala
Kukira ini kan mudah
Kau-aku jadi kita
Jadi, apa Hati-Hati di Jalan versi kalian?
Memuat...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar